WEBSITE LINKS
IN MEMORIAM

SEKILAS PANDU SAKTI
Alumni AKABRI 1997
(Dipersembahkan untuk rekan-rekan yang telah mendahului kita... yang telah menjadi PANDU SAKTI YANG SEJATI )

Segala sesuatu yang berawal sudah pasti akan berakhir pula, demikian yang kita jalani bersama pada masa pendidikan di almamater LEMBAH TIDAR tercinta ini selama kurun waktu tiga tahun lima bulan dan berakhir pada bulan Desember 1997. Suka maupun duka yang kita jalani bersama merupakan kenangan indah sepanjang perjalanan hidup kita, yang merupakan ikatan batin, jiwa korsa yang tertanam disetiap dada selama taruna AKADEMI MILITER lulusan 1997 yang sama-sama di gembleng di Lembah Tidar.

Tahun 1997 adalah tahun dimana AKADEMI MILITER melaksanakan hari jadinya yang ke-40, bertepatan dengan hari jadinya yang ke panca windu kami alumni 1997 dilahirkan menjadi seorang perwira. Sekali lagi seraya memohon petunjuk dari Allah serta atas berkat rahmat-Nya serta untuk kebersamaan diantara kami semua, kami memberikan nama alumni "PANDUSAKTI" .Rekayasa sebutan tersebut dimaksudkan bukan untuk menunjukkan "Eklusivisme Angkatan" namun merupakan sarana untuk kebersamaan, kebanggaan, jiwakorsa serta loyalitas bagi kita semua alumni Taruna Akademi Militer lulusan 1997, yang pernah senasib sepenanggungan dalam meraih cita-cita.

Adapun "PANDU SAKTI" merupakan singkatan dari "Panca Windu Satria Kawah Tidar" yang mengandung nilai-nilai yang merupakan ciri khas kami :
Lahir menjadi seorang perwira bertepatan pada hari jadi AKADEMI MILITER yang ke-40 (Panca Windu)
Besar harapan kami sebagai pandu-pandu ibu PERTIWI yang SAKTI.

Semoga semangat dan wawasan kepribadian yang tersirat didalamnya dapat memberikan dorongan kepada kami semua didalam pengabdian kepada Nusa dan Bangsa tercinta. Kita patut meyakini, bahwa kiprah kita selanjutnya dimedan tugas akan lebih bermakna dimasa depan. Bagi kami semua hari esok harus lebih baik daripada hari ini, marilah kita galang kebersamaan, keterpaduan, dengan memelihara semangat, gairah maupun cita-cita, inilah harapan utama kami dengan Paguyuban "PANDU SAKTI".

Kepada seluruh perwira Akmil 1997 ingatlah almamatermu, karena nama baik almamater terletak diatas pundakmu. Semoga Tuhan YME memberkati kita semua dalam pengabdian kepada nusa bangsa tercinta.

Jayalah "PANDUSAKTI" !!! "Jiwa Ragaku untuk Bangsa dan Negaraku"

________________________________________

In Hero in Memoriam Part I
Alm.Kapten Inf (Anumerta) KUSNUL MAROM

Lahir dengan nama lengkap KUSNUL MAROM, di kota Kendal Jawa Tengah pada tanggal 3 September 1975,Anak dari pasangan bapak Slamet dan Ibu Djuwarni.Orangnya kecil dengan pembawaan diam , dengan senyum ramah yang terus menyungging, menandakan kelapangan hatinya yang seluas samudera..

Nomor Akademinya adalah 940100, sehingga sering dipanggil dengan "cepek".Setamat dari Akmil, masuk korp Infanteri dan seperti perwira korp Infanteri lainnya mengikuti Sussarcabif di Cipatat, dan kemudian mendapatkan skep sebagai Danton Yonif 401/Banteng Raiders.Satuan yang terkenal dengan kerasnya disiplin dan kuatnya tradisi di jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Sebagai gambaran, seluruh perwira angkatan 97, pada saat masuk ke satuan-satuan pada era tahun 99-2000an, sampai pada era 2005, dimana satuan-satuan tempur sedang pada puncak penugasan untuk meredam pemberontakan di daerah-daerah yaitu Aceh, Irian dan Maluku.Dan pada saat -saat itulah perwira Pandu Sakti sedang dalam posisi Danton dan Danki yang langsung memimpin pasukannya di garis depan. Tentunya hal ini menjadi suatu kebanggaan, tantangan dan keuntungan sekaligus, karena kesempatan untuk bersama-sama anak buah di medan tugas amat sulit didapatkan.

Demikian juga yang dialami oleh Lettu Inf Kusnul Marom, yang mendapatkan kehormatan untuk tampil mendharma bhaktikan jiwa raganya bagi bumi pertiwi.

Sebagai data , tanpa bermaksud melebih-lebihkan Almarhum, penulis melampirkan cuplikan peristiwa yang mengakibatkan Lettu Inf Kusnul Marom , gugur sebagai bunga bangsa , mendahului kita semua.Datanya saya ambil dari petikan lapsus yang dibuat Kodam IV/Diponegoro, kronologinya sebagai berikut :

  • Pada tanggal 13 desember 2001 pukul 18.30 wib Dankipan A Yonif 401/BR kapten inf agus salim mendapat informasi dari sertu nasir ( ba ramil 14/panton labu) tentang adanya pok gsa kekuatan+_ 20 orang senjata campuran disekitar kampung matang teungoh kec.jambu aye aceh utara kv.3060.
  • Pada pukul 20.00 wib Dankipan A Yonif 401/BR mengolah informasi tersebut dan melakukan BRiefing terhadap dantim jajarannya. setelah itu memerintahkan dan menyiapkan 4 unit untuk bergerak melaksanakan penyergapan dengan pembagian tugas sebagai berikut, unit 1 kkt 12 org dpp sertu suyono sbg penyerang di kp.matang teungoh kv.3060, unit 2 kkt 12 org dpp lettu inf khusnul marom sbg penutup di kp.matang teungoh kv.3060, unit 3 kkt 12 org dpp sertu aries sbg penutup di bukit padang kv.2960, unit 4 kkt 12 org dpp letda inf warisno sbg penutup di bukit padang kv.2960.
  • Pada tanggal 14 desember 2001 pukul 01.30 wib kipan a kkt 48 org dpp lettu inf khusnul marom berangkat dari pos menuju tempat penyergapan sesuai hasil BRiefing.
  • Pada pukul 05.00 wib unit 2 dpp lettu inf khusnul marom melaksanakan pengendapan -+ 15 menit di tanggul irigasi kampung lhok beringin, kemudian bergerak ke kp.matang teungoh untuk menutup sasaran. pada saat bergerak, kekuatan unit 2 dibagi menjadi 2 pok masing-masing kekuatan 6 orang, pok 1 dpp lettu inf khusnul marom dan pok 2 dpp sertu taufik.
  • Pada pukul 06.19 sesampainya didepan sd lhok beringin( sebelum sampai sasaran )pok 1 dpp lettu inf khusnul marom dihadang oleh pos tinjau pok gsa kkt 3 org senjata 3 cuk campuran. dalam penghadangan tersebut lettu inf khusnul marom tertembak pada lengan kiri tembus kerusuk dada sebelah kiri dan proyektil bersarang didada sebelah kanan. pada waktu bersamaan unit 1 dpp sertu suyono juga terjadi kontak tembak dengan pos tinjau gsa sebelum memasuki sasaran.
  • Pukul 06.35 unsur tinggal kkt 23 org dpp kapten inf agus salim Dankipan a Yonif 401/BR menggunakan 2 truk menuju tkp untuk memberikan bantuan dan evakuasi.
  • Pada pukul 07.00 wib lettu inf khusnul marom dievakuasi ke kesrem lhokseumawe, selanjutnya pada pukul 16.00 wib lettu inf khusnul marom dievakuasi ke rst medan dengan mengunakan helikopter.
  • Pada pukul 18.15 wib lettu inf khusnul marom meninggal dunia dalam perawatan di rst medan.

Manusia hanya bisa berencana, tetapi Tuhan lah yang menentukan , Selamat Jalan kawanku, engkau telah menjadi pengharum pertiwi, kami akan lanjutkan perjuangan dan pengorbananmu..

Berikut beberapa catatan sebagai kenangan Almarmum yang dicuplik dari buku kenangan :

Motto nya: Bukan karena bajunya , bukan karena pangkatnya, bukan karena baretnya, tapi karena jiwanya saya senang dan bangga menjadi Taruna.

Kesan-kesan: akmil adalah tempatnya orang yang mau belajar dan berlatih.

Komentar rekan: Sikapnya….(ehm), mantap dan peduli dengan yunior!

TEMAN SATU PAVILLUN


Ndak pernah susah, ketawa terus,senyum terus..sampai sekarang saya masih hapal cara ketawa Beliau..

TEMAN SEPERJUANGAN

Hidup tak dapat dibaca mati tak dapat terbaca
Mengalir seperti air

Teman telah mendahului kami
Menghadap SANG KHALIK dengan langkah tegap
Teman telah mendahuli kami
Dengan gagah gugur di medan juang
Teman telah mendahuli kami
Segala salut akan kenangan yang tertinggal

Teman .. kami belum dapat berbuat sesuatu
Sesuatu untuk yang kau tinggalkan
Tapi kau sudah memberikan kami
Suatu kebanggaan yang tak ternilai
Mendahului sebagai seorang Pandu Sakti SEJATI

SAMPAI JUMPA TEMAN,KITA PASTI AKAN BERTEMU KEMBALI
DOAKAN KAMI DAPAT SEPERTI DIRIMU
MENJADI PANDU SAKTI YANG SEJATI .
AMIEN
Cat : almarhum yg pertama dapat penghargaan sangkur kostrad dari pelatih sewaktu taruna atas kerja kerasnya menggali sumur penembakan terbaik diantara temen2nya....

________________________________________

Our Hero in Memoriam Part II
Alm. KAPTEN Inf ( Anumerta ) ARMON TURNIP

Dilahirkan di Simp. Sigodang, Asahan Sumut, pada tanggal 16 Desember 1974, kemudian masuk menjadi taruna Akmil, bersama-bersama dengan yang lainnya menjalani pendidikan di lembah Tidar yang tercinta. Dengan pembawaan tegas dan tenang, hari demi hari dilewati dengan penuh semangat dan kegembiraan di Lembah Tidar. Tim Cross Contry Akmil, tidak akan berarti tanpa kehadirannya, karena dialah sosok yang mampu mengomandoi rekan2nya di tim CC Akmil, sehingga tetap mampu mempersembahkan emas cabang Cross Country yang menjadi tradisi di even Porsitar.

Selepas pendidikan dasar kecabangan Infanteri, dia mendapatkan Skep penempatan di Kodam II Sriwijaya, tepatnya di Yonif 144. Penugasan dilalui menjadi Komandan Peleton sampai dengan Komandan Kompi. Seperti perwira lainnya, kesempatan bertugas operasi ke wilayah NAD akhirnya datang juga. Pada saat tahun-tahun 2000-2005, hampir semua satuan mendapatkan kesempatan bertugas ke NAD yang memang sedang mengalami puncak pergolakan.

Lahir, mati, jodoh, rejeki semua berada ditangan Tuhan, itulah kiranya ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kisah tragis yang dialami oleh rekan kita Armon Turnip. Sebagai seorang komandan , maka dia selalu memberikan contoh terdepan bagi anak buahnya, termasuk pada suatu ketika terjadi kontak tembak dengan GAM, maka naluri sebagai perwira Infanteri dan sebagai komandan serta semangat juang yang didapat di Lembah Tidar segera menuntunnya, untuk menghadapi kontak tembak tersebut. Kontak tembak pecah di daerah Bireun yang terkenal dengan militansi kelompok GAMnya.

GAM berhasil dilumpuhkan dengan tewasnya beberapa anggota GAM dan beberapa pucuk senjata jenis AK. Namun, sang Komandan pasukan TNI yang tidak lain adalah Lettu INF ARMON TURNIP, turut gugur dalam peristiwa itu. Sekali lagi TNI AD telah kehilangan putra pemberani, PANDUSAKTI kehilangan salahsatu perwira mudanya, kehilangan sahabat, rekan seperjuangan.

Selamat jalan sahabat kami, kami akan teruskan pengorbananmu, tumpahan darahmu tidak akan pernah sia-sia, karena darahmu mengalir dipangkuan ibu pertiwi INDONESIA yang akan kita pertahankan sampai titik darah penghabisan.
SOBAT KAMI BANGGA KEPADAMU, YOU ARE OUR HERO...REST IN PEACE, AMIN..

________________________________________

Our Hero In Memoriam Part III
Alm. KAPTEN Inf. ( Anumerta ) ARIAN BINSAR NAPITUPULU

Lahir di kota Magelang pada tanggal 21 Juli 1976 dari pasangan bapak PH NAPITUPULU dan ibu MM NELTJE PAAT, dan kedua orang tuanya memberinya nama ARIAN BINSAR NAPITUPULU. Cita-cita lah yang membawa dan menuntunnya untuk masuk menjadi seorang taruna , dan matra darat adalah pilihannya. Semua kegiatan dapat diikuti dengan baik, mulai dari Lokananta, Poltar hingga menjadi atlet Porsitar kecabangan bola Volly.

Selesai menamatkan pendidikan sarcab Infanteri, mendapatkan Skep Kasad menjadi Pama Kodam Trikora di Irian Jaya (Papua). Dengan semangat pengabdian yang sangat tinggi, mereka para Perwira Remaja bertekad bulat untuk mengabdi kepada bangsa dan negara .
Penugasan pertamanya adalah di Batalyon 751 Sentani Jayapura.

Seperti diketahui bahwa Irian Jaya adalah salah satu wilayah yang masih rentan terhadap gejolak dengan mengusung tema kemerdekaan dari NKRI. Atau dengan kata lain kelompok separatisme bersenjata masih cukup eksis . Dalam masa-masa itulah pada umumnya para PAJA 97 mengalami langsung di front terdepan sebagai seorang DANTON/DANKI.

Dalam sebuah peristiwa yang melibatkan kelompok separatisme OPM,setelah terjadi kontak tembak yang cukup lama, telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi , dengan mempersembahkan jiwa dan raganya untuk membela kehormatan bangsa dan negara . Lettu INF ARIAN BINSAR NAPITUPULU gugur mendahului kita semua..Kami semua tidak akan pernah lupa akan pengorbananmu,..SELAMAT JALAN SAHABATKU..

Berikut catatan biodata ALMARHUM :
Nama suci: KOPEL
NO AK : 940038
Agama : Katolik
Motto: Jika kamu merasa akan berhasil sebenarnya kamu sudah berhasil dalam tugas tersebut....

________________________________________

Our In Memoriam Part IV
Alm LETTU Cam ( Anumerta ) ERWIN KOERNIANTO
Behind Story

Cerita ini bermula saat aku selesai mengikuti Sekolah Bahasa di Magelang.
Waktu itu aku masih berada di kota Medan, sambil menunggu angkutan yang bisa membawaku ke tempat penugasanku berikutnya yaitu di Lhokseumawe. Singkat cerita,sehari sebelum berangkat ke Lhokseumawe, seniorku bernama Letda Cam Erwin Koernianto Notokoesoemo (EKN) - Akmil 1997, datang menjumpaiku di Mess.
"Dik, besok ada angkutan yang akan berangkat ke Lhokseumawe" katanya.
Abangku yang satu ini memang ngga pernah manggil nama kepada junior-juniornya. Menurutnya, terdengar lebih akrab rasanya. Lain halnya dengan diriku yang lebih suka manggil nama.
"Ok Bang, besok saya ikut. Udah seminggu saya nunggu di sini." jawabku. Bosan rasanya seminggu tanpa kegiatan seperti ini.
"Besok rencana rombongan akan berangkat jam 9 pagi, jadi hari ini kita puas-puasin dulu di Medan. Besok udah ngga bisa lagi" sambungnya.
Bang EKN, dengan gayanya yang khas sejak jaman sama-sama digembleng di Lembah Tidar, terasa masih kental sampai hari itu.

Akhirnya seusai sholat Jumat, kami berangkat ke Medan Plaza, sebuah Mall dari 3 Mall yang baru ada di kota Medan. Weleh..kesannya Lhokseumawe memang ngga ada apa-apanya, pikirku saat itu, seraya menaiki tangga masuk Mall tersebut.
"Kamu belum makan siang kan? Kita makan siang dulu di lantai 3" tawarnya.
"Terserah Abang aja-lah." jawabku singkat. Bukan karena ngga semangat tapi entah kenapa saat itu ada perasaan aneh yang menjalar di dada. Aku sendiri ngga tau apa yang merasuk pada diriku saat itu.
Setibanya di lantai 3, di situ terdapat 2 buah Fast Food restaurant, yakni KFC dan Ayam Kalasan. Tanpa memberikan tawaran lagi, Bang EKN langsung mengajakku ngantri di KFC. Saat itu yang kupesan adalah menu paket biasa. Tapi Bang EKN ini justru menegurku.
"Sikit kali makanmu, ayo makan yang banyak! Besok udah ngga ada" tegurnya sambil memberikan perintah kepada pegawai kasir KFC untuk men-dobel-kan porsi yang sudah ku pesan. Hmmm...banyak banget, kayak orang ngga makan setahun aja, pikirku. Untung ngga pake seragam dinas, malu juga diliatin orang bawa baki yang berisi porsi makan siang yang segunung itu. Usai menentukan posisi duduk dan membuka meal, kami pun terlibat dalam pembicaraan sambil menikmati makan siang di tempat itu. Bang EKN sibuk ngomong panjang lebar, sedang aku hanya merespon dengan anggukan seraya menyantap porsi dobel tadi. Bang EKN pun entah beberapa kali memamerkan kepadaku perihal cincin tunangannya dengan orang Pekanbaru itu, yang kalau tidak salah baru berlangsung seminggu lalu. Begitu bangganya Abang ini sampai-sampai waktu makan siang itu didominasi oleh cerita ngalor ngidulnya. Aku ngga kebagian waktu untuk cerita. Tapi... Ah, mau cerita apaan?
Mending makan aja, mumpung gratis...porsi dobel lagi...he he he.
Copyright © 2015. Pandu Sakti 97. All Rights Reserved
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat
Tentara Nasional Indonesia
slide1 slide2 slide3 slide4
TENTANG KAMI
HOME  l   FORUM   l   KONTAK